 |  | Sep 2, 2006 |
IntermezoSebuah website pribadi yang diciptakan untuk memperkaya ilmu pengetahuan, informasi, membuat catatan harian, memotivasi diri, mengagendakan kegiatan, mejalin ukhuwah, mengopinikan syariah dan khilafah. Di harapkan dari website ini akan mampu memberikan inspirasi yang positif bagi diri sendiri dan orang lain sehingga berbuah amalan yang baik untuk bekal dikemudian hari. Disamping itu juga dari website ini diharapkan mampu menyambung ikatan ukhuwah yang dirasa sudah mulai lusuh ditelan keangkuhan diri; dan semoga ada sedikit manfaat yang bisa direguk. Selamat menikmati sajian kami. ( eldrazit.multiply.com =[Admin]= )   | Galery's | |
Talk Show Special Ramadhan 20 Photos, 2 comments
Sulthan 'Adli 'Alauddin 20 Photos
Pekan Ta'aruf Stand FKIM 25 Photos, 3 comments
Kampanye Khilafah Rajab 1429 H/ 2008 M 31 Photos, 3 comments
Diskusi ttg NAMRU-2 20 Photos, 4 comments
Malang I (Munas BKLDK) 20 Photos, 15 comments
Alam Raya Ndesoku 11 Photos, 5 comments
Album KKI (Update-an Baru) 2 22 Photos, 5 comments
|
 |  | Blog | Oct 2, 2008 |
Eddi Santosa - detikNews The Science of Moon Sighting (fatwa.org.za) Den Haag - Apa sebenarnya obyek observasi yang ditargetkan Depag dan ormas Islam dalam melakukan ru’yah hari Senin? Hilal? Menteri Agama gegabah... more  | e-Books | May 15, 2008 |
  | Musik | May 19, 2008 |
Khilafah 4 Palestina Jihad tidak dengan negoisasi Jihad tidak dengan perundingan damai Jihad adalah sebaik baik langkah Menuju satu diantara dua kemenangan Kemenangan atas kaum muslimin, atau syahid O Allah, Unite us, Unite all moslem in... more  | Agenda | Oct 2, 2008 |
| Start: | Oct 10, '08 09:00a | | End: | Oct 10, '08 10:30a | | Location: | Masjid Kp. Cilubang Nagrak RT. 02/04 Kel. Situgede Kec. Bogor Barat |
Assalamu'alaikum Warahmatullahi wa barakatuh. Alhamdulillahi robbil 'aalamin Dengan Mengharapkan Ridho Allah SWT, Yang telah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi dan Rasul Muhammad SAW,... more  | Artikel | Oct 2, 2008 |
Syabab.Com - Sebuah spanduk panjang terpasang di gerbang antara Masjid Al-Aqsa dan Kubah al-Haram asy-Syarif (Dome of the Rock). "Al-Khilafah...Al-Khilafah, wahai kaum Muslim, sesungguhnya ia kewajiban dari Tuhamu, tempat kemuliaan kalian, tempat... more  | Link Cakrawala | Sep 3, 2008 |
  | Fokus | |
IMAM NAWAWI (631-676H) Beliau adalah Al-Imam, Al-Hafizh, Syaikhul Islam, Muhyiddin, Yahya bin Syaraf bin Murry bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jum'ah bin Hizam An-Nawawi. Beliau disebut juga sebagai Abu Zakariya,... more  | Sahabat | |
  | Kata Mereka | |
 |
Mohon maaf lahir dan batin... |
 |
Salah seorang teman begitu risau dengan fenomena mudik yang baru saja berlangsung beberapa waktu lalu. Berbagai peristiwa kecelakaan dan tindakan kriminal yang menimpa para pemudik tidak saja merisukan beliau ini api juga kita semua. Wajar bila kemudian beliau bertanya-tanya kenapa orang sedemikian rupa ingin mudik hingga rela berdesakan di kereta api, di bus, di kapal laut sekadar agar bisa pulang kampung. Padahal dari tahun ke tahun kerban sudah banyak berjatuhan. Kenapa orang tidak berdesakan di masjid berburu malam lailatul qadar. Bukankah ini yang seharusnya dicari pada hari-hari terakhir bulan Ramadhan, tanya beliau. Kegelisahan yang terus menerus disampaikan beliau kepada saya baik secara langsung maupun via sms, tak pelak membuat saya ikut merenung. Ada apa sebenarnya dengan fenomena mudik ini? Bukankah keinginan bertemu keluarga adalah sesuatu yang wajar? Tapi kenapa yang harus menjadi peristiwa yang begitu menguras energi, waktu dan harta sedemikian rupa? Ada beberapa hal yang berhasil saya catat dari fenomena tahunan ini. Pertama, keinginan untuk pulang kampung dan bertemu keluarga adalah sesuatu yang secara wajar. Manusia memiliki naluri untuk dekat dengan kaum kerabatnya. Kerinduan kepada orang tua, anak, saudara, dan kerabat adalah sesuatu yang lumrah. Momen lebaran adalah kesempatan yang langka, dimana orang bisa pulang kampung dan bertemu dengan keluarga. Karena pada hari-hari biasa untuk mengambil libur bukanlah hal yang mudah, apalagi bagi mereka yang bekerja di kantor atau perusahaan. Kedua, pembangunan pusat-pusat kegiatan ekonomi yang lebih banyak terpusat di daerah tertentu (Jabodetabek, misalnya) membuat orang berduyun-duyun pergi ke kota untuk bisa menikmati kue pembangunan. Bak pepatah ada gula ada semut, orang - orang desa dan kota kecil banyak berpindah ke daerah yang banyak terdapat industri yang menyediakan lapangan kerja. Wal hasil kepadatan penduduk beserta segala implikasinya menjadi sebuah keniscayaan. Ini bisa kita lihat dari betapa sepinya Jakarta ketika libur lebaran, yang menunjukkan sebagian besar penduduknya adalah pendatang. Dengan demikian ketika arus mudik berlangsung terjadi semacam "pengosongan kota". Warga Jakarta khususnya berhamburan di terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara. Terjadilah kemudian yang namanya kemacetan di berbagai titik. Kecelakaan lalu lintas pun menjadi sebuah akibat yang selalu muncul dalam kondisi seperti itu. Seandainya pusat-pusat kegiatan ekonomi itu merata bahkan pembangunan merata di seluruh penjuru negeri tentu pencari kerja tidak terkonsentrasi di wilayah-wilayah tertentu dan fenomena mudik tidak menjadi sedemikian nggegirisi seperti sekarang. Ketiga, aktivitas mudik sesungguhnya hanya butuh waktu beberapa hari atau beberapa jam. Masih ada waktu bila kita mau memanfaatkan hari-hari terakhir di bulan Ramadhan. Tetapi memang tidak bisa maksimal. Karena kita tidak bisa memastikan kapan turunnya Lailatul Qadar. Bisa jadi dia turun saat para pemudik sedang dalam perjalanan.
Tidak hanya dibutuhkan kesadaran individu untuk menjadikan Ramadhan sebagai momen yang benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan ketaqwaan individu. Dibutuhkan pula kebijakan dari para pemegang tampuk kepemimpinan negara agar aktivitas di bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri tidak hanya sebagai pemusatan kegiatan ekonomi. Tetapi saya pikir sangat sulit bila negara tidak menjadikan Islam sebagai sistem kehidupan yang mengatur masyarakat secara keseluruhan. Hanya bila syariat Islam ditegakkan dan negara hadir sebagai penjaganyalah persoalan masyarakat akan terselesaikan, termasuk persoalan mudik tadi. Allahu a'lam.
SELAMAT IDUL FITRI 1429 H. KHILAFAH SEBENTAR LAGI TEGAK, BERSIAPLAH MENYAMBUTNYA.
|
 |
Assalamu'alaikum wr. wb.
Taqabalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamukum . . .
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H . . .
Mohon Maaf Lahir dan Bathin . . .  Wa'alaikum salam.
Taqabbal ya kariim. |
 |
Assalamu'alaikum wr. wb.
Taqabalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamukum . . .
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H . . .
Mohon Maaf Lahir dan Bathin . . . |
  | Groups | |
 |  |           |
| |